Blasphemy & Post Modernism Effects

Salam Damai Sejahtera,Nampaknya umat Kristen sekarang harus bersiap-siap untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan kritis dari pihak skeptis, atheis maupun dari pihak non Kristiani mengenai Sejarah Gereja & Iman Kristen. Gejala ini direkam dan diyakini suatu bentuk Blasphemy dan gejala Post Modernism menurut para ahli-ahli teologi terkemuka.Bagi anda yang bingung apa itu Blasphemy ? Menurut dictionary Slovo-Ed (Meriam Webster Dictionary) yang ada di pocket PC saya adalah sebagai berikut :Blasphemy :
1a. the act of insulting or showing contempt or lack of reverence for God.
1b. the act of claiming the attributes of deity.
2. Irreverence toward something considered sacred or inviolable.

Kalau saya terjemahkan secara bebas kurang lebih berarti demikian.
Blasphemhy adalah suatu usaha untuk menyerang essensi tentang Tuhan yang bersifat suci dan tidak terbantahkan.

Sedangkan Post Modernism adalah suatu gejala atau suatu teori baru bahwa tidak ada kebenaran yang hakiki atau mutlak, yang mereka yakini adalah kebenaran yang relatif terhadap sesuatu.

Blasphemy hanya merupakan definisi yang sebenarnya gejala atau ide tersebut sudah ada sejak jaman munculnya agama-agama purba hingga hari ini. Dan Blasphemy juga ditujukan kepada Yesus ketika Yesus mengajarkan tentang keIlahianNya yang membuat marah para pemimpin-pemimpin agama Yahudi (Yudaisme).
Sedangkan Post Modernisme merupakan gejala yang mungkin baru muncul dan menjadi trend di abad 20 ini. Saya mendengar teori Post Modernisme muncul ketika John Dominic Crossan mengajukan teori the fifth Gospel pada seminar yang dia namakan “Jesus Seminar” pada tahun 1990an.

Post Modernisme dan Blasphemy Effects semakin bertiup sangat kencang ketika Dan Brown mengemukakan teori yang berbalut cerita fiksi dalam bukunya yang berjudul “The Da Vinci Code” yang sudah diterjemahkan ke dalam 44 bahasa dan dicetak sebanyak 36 juta eksemplar. Sebenarnya bukan hanya Dan Brown dan Crossan saja yang menjadi pelopornya, jauh sebelum mereka dan ahli skeptis dan ateis yang lainnya mengemukakan teori dan ajaran bidatnya, sudah ada Arius pada abad 3 yang mengemukakan teori bahwa Yesus adalah kurang dari Tuhan bukan satu substansi dengan Tuhan seperti yang telah diajarkan oleh para Rasul.
Sebenarnya jauh sebelum itu gejala itu juga sudah ada ketika para Rasul mengingatkan kita mengenai bahaya penyesatan ajaran Injil yang merupakan ajaran dari Kristus sendiri.

Pembahasan lebih lanjut mengenai teori Dan Brown dan John Dominic Crossan, Arius (Arinisme) ataupun Injil-injil apokrif (Gnosticsm) bisa anda baca dalam artikel saya selanjutnya atau bisa anda mulai dari buku “The Case for Christ” karangan Lee Strobel sampai web-web Kristiani seperti salah satu favorit saya adalah www.christianitytoday.com

Akhirnya dengan banyak teori-teori miring demikian, memang sedikit banyak membuat jemaat awam dan non jemaat Kristiani menjadi bingung, kok banyak sekali asumsi-asumsi demikian. Sometimes beberapa orang pernah mengajukan pertanyaan kepada saya : “Kok agama Kristen banyak sekali alirannya baik antar denominasi maupun di luar denominasi (baca: bidat) ?”.

Ada beberapa hal yang diakui atau tidak effects seperti ini justru membuat :

1. Beberapa jemaat yang akhirnya mau tidak maubelajar dan mencari tahu tentang Sejarah Gereja yang padahal dulunya hanyalah makanan para calon hamba Tuhan pada sekolah teologia.
2. Sedangkan hamba Tuhan ‘turun gunung’ dalam arti mengeluarkan apa yang telah dipelajarinya untuk membimbing para jemaatnya untuk mengajarkan kebenaran sesungguhnya mengenai Sejarah Gereja dan Iman Kristen.
3. Dan tidak kalah penting lagi adalah semakin banyak para ahli Sejarah, Arkeologi, dan Teologia bahkan ahli medis (dalam usahanya mematahkan teori Yesus pingsan dengan mengemukakan bukti medisnya bahwa Yesus benar-benar mati di kayu salib) yang care dan membela Iman Kristen dengan hasil penyelidikan mereka serta hasil-hasilnya yang bisa kita baca sampai sekarang.

Sebenarnya memang kita tidak perlu khawatir dengan adanya gejala-gejala seperti ini, hal ini memang telah diperingati sejak para Rasul bahkan sejak Yesus memulai pelayanannya di dunia. (2 Pet 3:3, Ibrani 2:1,dsb)

Akhirnya hasil dari pencarian tersebut justru selain akan menambah knowledge jemaat mengenai Sejarah Gereja serta doktrin-doktrin Kristus, terlebih penting dari semua itu mereka akan tahu bahwa IMAN KRISTEN BERDIRI TEGUH SELAMA INI BUKAN BERDASARKAN ATAS KHAYALAN SEORANG SAKIT JIWA, RADIKAL, TUKANG SIHIR DARI DESA NAZARET YANG BEGITU BODOHNYA MATI DI KAYU SALIB AKAN TETAPI BERDASARKAN FAKTA HISTORIS DAN KASIH TUHAN YANG BESAR KEPADA UMAT MANUSIA SEHINGGA RELA MATI DI KAYU SALIB DAN BANGKIT UNTUK MENYELAMATKAN UMAT MANUSIA DARI DOSA (Yoh 3:16, Kol 1:23, 2 Tim 1:13, 1 Yoh 1:1-3,dsb).

Semoga Tuhan memberkati pencarian anda tentang kebenaran Kristus….

Leave a Reply