Need Lotus Notes Traveler for Android…Natively

Recently I’ve bought Samsung Galaxy S2 (GT-I9100) with Android 2.3.3 Gingerbread system. Truly, it is an awesome device with Live Wallpaper, Widget, a lot of free software, corning gorilla glass (anti stretch glass), it is superior compare with iphone4 (apple should fear this).

I’ve already knew since Lotus Notes Traveler 8.5.2.1 has support Android devices. In my recent article, i was wrote that Lotus Notes Traveler has support IOS (iphone, ipad, ipod) and it was easy to setup, no additional software installed just use Exchange Active Sync Account, your lotus notes mail will be deliver to your devices.

But in android system, you must to install Lotus Notes Traveler application in order to push your lotus notes email but unfortunately, it wasn’t running natively. It means if you want to check your calendar, you must tap traveler calendar icon and if you want to check your mail, you must tap traveler mail icon, except for contact you can view lotus notes address book natively (built in within your devices).

Even may be you have Exchange Active Sync account on your devices like mine, it is not working (or may be you’ve some tricks? please share and write comment below this article).

I know, Android system has been installed on many devices not like Symbian only works on Nokia, IOS work only on iphone, etc devices, it means more add complexity but I think IBM should think to make Traveler running natively not through additional apps, so we can see calendar, contacts and mail even widget in Android Devices built-in software not additional software like Symbian, Apple does even on Blackberry no additional apps to push/sync your email, contact and calendar.

Hope IBM Lotus team will read my blog…

thank’s

Frustrating to start Lotus Sametime Stmux Service

This Friday is a freaky day because suddenly after I’ve restarted our sametime server, all user can’t log in to sametime.
first things first, I was checked my windows firewall is ok, all open has been open. But when I’ve checked sametime service, i’ve seen stmux.exe (Sametime Community Multiplexor) was failed to running. I’ve already start manually but it failed to start.

Then I was check on sametime.log, I was found these messages :
” I Mux 19/Aug/11, 19:59:56 Listeners and CBR conflict!: Cannot route to port=80, ip=x.x.x.x (http server). exiting!”

That’s why stmux.exe (sametime services) was failed to run…

On the next step, I was go to server document – ports – internet ports – web tab and I was found on TCP/IP number is port 80. I thought may be this port cause stmux service problem, so I was changed these port to 8080 and magically stmux service is now running again.

Then in the next step I can sleep well and having dinner with my family
😀

Long time no see

Halo semuanya, lama tak berjumpa sejak terakhir saya menulis blog sejak tanggal 27 July 2010, sudah hampir setahun belum update blog, wow.

Hal ini diakibatkan karena kesibukan saya yang luar biasa akhir-akhir ini disamping juga urusan pribadi yang memang menyita waktu saya, meskipun demikian saya masih berusaha menyempatkan 5 menit untuk menurunkan tulisan ini yang mungkin berisi quick brief mengenai perkembangan tekhnologi, politik, internasional, dll yang berusaha saya rangkum selama setahun ini.

Continue reading “Long time no see”

Lotus Notes Traveler for Iphone error : “An error occured while contacting server”

Beberapa minggu ini saya dipusingkan masalah Lotus Notes Traveler yang mengalami error pada handheld iphone & ipad.
Errornya adalah ketika ingin mensetup Lotus Notes Traveler pada Iphone & Ipad muncul messages seperti di bawah ini : “an error occured while contacting server”

Tetapi anehnya pushmail pada handheld Nokia tidak menemui masalah hanya pada handheld iphone & ipad saja.

Setelah dicoba berkali-kali mensetup dengan berbagai cara dimulai dari non aktifkan SSL, manual setup, dll akhirnya saya menyerah dan mencoba untuk mereinstall lagi Lotus Domino Pushmailnya tetapi kali ini dengan masuk dalam 1 DNN (Domino Name Network) karena sebelumnya Lotus Domino servernya disetup dengan beda DNN.

Benar saja, setelah clientnya disetup lagi, Lotus Notes Travelernya langsung online dan tidak ditemui seperti error di atas. Pushmail untuk Nokia & Windows Mobile pun juga tetap lancar.

So my advice, jika anda berencana ingin membangun server Lotus Notes Traveler demi menghindari error seperti di atas, sebaiknya dimasukkan ke dalam satu DNN.

Insufficient Memory – Group Cache Pool is full

Symptoms :
When user try to login using Lotus Notes shown error : “Insufficient Memory – Group Cache Pool is full”. Even though you re-certify user cert id and try to delete this user and re-create again. The error still shown when login to Lotus Domino using Lotus Notes.

Cause :
This is because your Lotus Domino group has reach over maximum 5000 groups

Solution :
Please delete unused Lotus Domino group

How to disable local notes database encryption

If you think that you want to copy lotus notes nsf data from remote domino server using replication a new replica, then i think you have a wrong solution, because how can you replicate your nsf data while you are in a slow network such as in VSAT network?

It is happened to me when i’ve to deploy domino server in remote site with only 64 Kbps and the database you’ve to copied 1 GB for each nsf application. Lucky, i’ve local database replication copy from user’s PC.

When i’ve to restore lotus notes email using user local database copy, unfortunately the domino shown error dialog box “this database has been encrypt bla bla”, it was happened because when user create a new replica database, Lotus Notes tick enable encryption by default. It means this traditional copy is not a complete solution.

The best way to do this is you have to disable database encryption, but how to do this? Please follow my lead 😀

  1. Open Lotus Notes application workspace, right click at email or nsf application that you want to disable it.
  2. Choose Application – Properties, and click Encryption Settings button
  3. The default like this following picture, but you have to choose “Do not locally encrypt this database” then press OK button :
  4. After that you have to compact the database to applied the new settings you’ve made. Still in database application properties, go to tab “i” and click “Compact” button.
  5. After that you can copy your notes dabatase such as email, etc to your domino server.

Good luck….

Sengketa Sony vs Sony

Pada awalnya mungkin tidak ada yang begitu tahu banyak dengan Sony-Ak.com dengan pemiliknya yang bernama Sony Arianto Kurniawan, jika tidak terjadi kasus sengketa domain antara Sony dengan Sony Corp yang sangat ramai jadi bahan pembicaraan orang-orang terutama blogger dan netter.

Sebenarnya dalam kasus ini yang paling surprise adalah saya, karena dari sejak berdiri Sony-Ak.com saya mengenal sosok Sony Arianto Kurniawan melalui dunia maya. Saya mengenalnya ketika dia mengirimkan email ke saya untuk mengundang saya untuk menulis di web nya yaitu Sony-Ak.com sejak tahun 2003. Undangannya pun saya terima dan kemudian saya mengirimkan tulisan perdana saya yang berjudul “Cepat Mahir ASP”. Tulisan ini jugalah yang saya kirimkan ke situs ilmukomputer.com yang merupakan situs asuhan mas Romi Satrio Wahono.

Baik Romi dan Sony, keduanya sama-sama merupakan IT blogger dengan mengerjakan proyek yang sama yaitu E-Learning dengan mengumpulkan tulisan-tulisan para praktisi IT di tanah air. Keduanya juga sama-sama merintis dari awal proyek ini dan pastinya mengalami jatuh dan bangun yang sama. Keduanya juga saya kenal, dan dulunya pernah bekerja sama meski tidak akrab.

Cuma bedanya Romi sukses dengan ilmukomputer.com nya yang menjadi situs E-Learning terpopuler di tanah air. Sony dengan project Sony-Ak.com nya meskipun tidak setenar ilmukomputer.com namun masih exist dengan “Knowledge Center” nya dan baru-baru ini keliatannya situsnya berhasil dimigrasi ke wordpress padahal setahu saya pada awalnya situs itu dibangun dengan sistem non CMS (Content Management System).

Dulunya saya sempat bertanya dengan Sony : “Kenapa menggunakan nama Sony-Ak.com (nama pribadi) untuk proyek E-Learning / sejenisnya? Kenapa tidak menggunakan nama lain yang lebih merepresentasi proyeknya seperti yang dilakukan mas Romi dengan Ilmukomputer.com nya? Karena menurut saya nama domain Sony-Ak.com lebih mengarah ke situs pribadi.” Pertanyaan yang dahulu saya lontar belumlah terjawab sampai sekarang.

Dan benar saja, begitu saya baca berita di situs detik.com, betapa kagetnya saya setelah lama tak berkorespondensi ternyata dia mengalami kasus sengketa domain dan lawannya tidak main-main pula yaitu Sony Corporation yang bermarkas di Jepang. Sebelumnya saya tidak menyangka ternyata nama “Sony” itu menjadi permasalahan.

Apapun alasannya dan kenapa dia menggunakan nama tersebut, itu adalah hak seorang Sony untuk menggunakan nama tersebut untuk suatu proyek yang dia cita-cita kan sejak tahun 2003 (meskipun menurut saya pribadi sih tidak cocok baca pertanyaan di atas) dan yang jelas, usaha Sony ini patut kita dukung, apapun nama domain yang akan dan telah digunakan, karena memang E-Learning / Knowledge Center untuk IT masih dirasakan kurang (meskipun sekarang sudah banyak ketimbang dulu).

Itulah sekilas mengenai Sony dengan Sony-AK.com nya.  Nah mengenai perdebatan siapa yang paling berhak atas nama Sony atas domain sony-Ak.com hal ini harus dilihat secara hati-hati karena kasus ini berbeda dengan perebutan domain pada umumnya yang terjadi di internet.

Kenapa berbeda? Karena pemilik Sony-Ak.com bernama Sony Arianto Kurniawan kebetulan nama depannya sama dengan merek elektronik terkenal yang bernama Sony. Dan yang memberi nama Sony tentu adalah orang tuanya yang telah memberi namanya sejak 20 atau 30 tahun yang lalu. Setahu saya tidak ada hukum yang melarang memberi nama anaknya yang kebetulan sama dengan merek atau nama orang yang lainnya. So sudah pasti Sony Arianto Kurniawan bukan satu-satunya yang namanya sama dengan merek elektronik terkenal di dunia karena pastinya kita juga pernah/sedang memiliki rekan yang memiliki nama serupa.

Berbeda dengan perseteruan domain pada umumnya yang terjadi pada kebanyakan orang pada umumnya, misalnya kasus perebutan domain WWF.com antara World Wild Life dengan World Wrestling Federation.

Terus terang kasus ini menjadi unik dan bukan sengketa domain biasa, karena kedua belah pihak merasa memiliki hak atas nama tersebut, hanya bedanya satu adalah nama merek dan satu nama orang. Jika seandainya Sony Corp menang, berarti jangan-jangan Sony AK harus mengganti nama depan di akte lahirnya? Atau malah orang tuanya bisa digugat juga karena dengan sembarangan memberi nama Sony kepada anaknya. Tentunya sangat lucu dan aneh bukan?

Gara-gara kasus ini, saya jadi sempat berpikir, apakah saya juga bisa menuntut seseorang pengusaha yang mendirikan perusahaan dengan menggunakan nama “Johanes Corp” atau memproduksi barang “Johanes Electronic”? Apalagi seorang pengusaha tersebut mempunyai nama “Johanes” juga?

Semoga hal ini menjadi bahan perenungan kita semua dalam menetapkan hukum positif mengenai hal ini. Dan semoga juga masalah ini bisa tuntas dan diselesaikan dengan cara bijaksana.

RPM Konten Multimedia seharusnya memang ditolak

Untuk masalah RPM Kontent Multimedia, ada beberapa kejanggalan yang perlu dipertanyakan meskipun mungkin saja maksudnya baik, tetapi salah tafsir bisa berbahaya dan rawan dipelintir. Berikut kejanggalan dari isi RPM.

Untuk detail isi RPM silahkan liat di sini
http://www.ingateros.com/2010/02/rpm-multimedia-bunyi-isi-rpm-konten-multimedia.html

1. Apa sih kategori konten yang dilarang dan tak dilarang? Masih gak jelas?
2. Definisi SARA seperti apa yang dilarang? Secara pemerintah dalam hal ini sebagai Menkominfo harus berdiri di atas semua golongan jangan cuma hanya membela untuk golongannya sendiri (cuma ngeblock konten2 yang ‘dipilih’). Menyinggung SARA apa yang dimaksud? Apakah ras & agama yang ada di Indonesia? Apakah dengan agama yang hanya diakui oleh pemerintah? Bagaimana jika thread yang menyerang kepercayaan seseorang yang tidak terdaftar sebagai agama di Indonesia? Apa definisinya? Hati-hati pada saat menyusun masalah ini.
3. Penyelenggara tidak seharusnya bertanggung jawab terhadap isi yang dibuat oleh usernya karena penyelenggara bukan sebagai regulator.
4. Ya mbok namanya Internet itu harus free pak, itu namanya demokrasi. Tetapi free yang bertanggung jawab yang artinya isinya bisa dipertanggung jawabkan, tidak menimbulkan kerasahan dan membahayakan masyarakat secara umum seperti Pornografi (perlindungan terhadap anak), SARA (mengancam integrasi nasional) tetapi bukan melarang kebebasan pers dan berpendapat di muka umum termasuk mengkritisi pemerintah seperti yang tertulis pada Bab II Pasal 4. Jangan samakan Indonesia dengan China atau pun Korea Utara.
5. Apakah RPM ini sudah didiskusikan dengan Presiden & DPR?
6. Tambahan nanti kalau kepikiran lagi.

Karena banyak yang rancu dan gak jelas serta rawan mengancam kehidupan berdemokrasi maka memang seharusnya kita TOLAK RPM KONTEN MULTIMEDIA diberlakukan, karena banyak salah tafsir dan berakibat fatal karenanya.

VPN Connection terminated “Reason 442: Failed to enable Virtual Adapter”

Problem :
When try to connect VPN using Cisco VPN Client software. Shown error : “Reason 442: Failed to enable Virtual Adapter”

Cause :
Many article said it is because Internet Connection Sharing (ICS) was enabled. This problem occur in Windows Vista but I’ve experience this in Windows 2003 Server.

Solution :
Try to disable “Internet Connection Sharing” Service and try to connect again. This should solved this problem, but i have no confirmation if it works in Windows 2003 server.