Dua penyihir Steve Jobs & Bill Gates dan sosok setelah mereka

Mungkin di antara kita masih ingat ketika Bill Gates secara perlahan mundur dari CEO Microsoft namun beliau masih memegang Chief Software Architect pada tahun 2000 hingga puncaknya pada tahun 2008 Bill Gates benar-benar mundur sama sekali dari Microsoft untuk secara full time bekerja di lembaga sosial yang dimilikinya yang bernama Bill & Melinda Gates Foundation.

Sejak itulah kita lebih banyak menyaksikan Steve Ballmer CEO Microsoft pengganti Bill Gates kerap kali tampil dalam setiap peluncuran product Microsoft. Sedangkan Sang founder Bill Gates sudah jarang bahkan hampir tidak pernah lagi tampil pada setiap peluncuran product Microsoft.

Microsoft di bawah Bill Gates dengan Microsoft di bawah Steve Ballmer, adalah sesuatu yang berbeda. Microsoft di bawah Steve Ballmer sangat stagnan bahkan akhir-akhir ini sehingga ada isu yang berhembus untuk mendepak Steve Ballmer dari jabatan CEO berbeda dengan Bill Gates yang pada waktu itu membawa Microsoft hingga pada puncak kedigdayaannya.

Masih ingat di ingatan kita rivalitas antara Microsoft dan Apple pada era tahun 80 an yang begitu hot, sehingga nama Steve Jobs dan Bill Gates sangat menonjol dalam pergelutan di dunia TI pada era tahun 70-80 an.

Tak heran seluruh dunia sangat kehilangan sang maestro sistem operasi yaitu Bill Gates, hingga ada usulan untuk memimpin kembali Microsoft meskipun jabatan itu langsung ditolak oleh Bill Gates.

Sekarang, 24 Agustus 2011, dunia dikejutkan lagi bahwa Steve Jobs memutuskan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai CEO Apple. Alasan utama dari pengunduran ini jelas merupakan impact dari kondisi kesehatannya yang sedang menurun ketika dia divonis menderita kanker pankreas langka yang dideritanya sejak tahun 2005 silam.

Berikut ini merupakan cuplikan surat pengunduran diri yang beredar di internet :

To the Apple Board of Directors and the Apple Community:

I have always said if there ever came a day when I could no longer meet my duties and expectations as Apple’s CEO,
I would be the first to let you know. Unfortunately, that day has come.

I hereby resign as CEO of Apple. I would like to serve, if the Board sees fit, as Chairman of the Board, director and Apple employee.

As far as my successor goes, I strongly recommend that we execute our succession plan and name Tim Cook as CEO of Apple.

I believe Apple’s brightest and most innovative days are ahead of it. And I look forward to watching and contributing to its success in a new role.

I have made some of the best friends of my life at Apple, and I thank you all for the many years of being able to work alongside you.

Steve

Para analis menduga bahwa akan tiba suatu saat Steve Jobs tidak mungkin untuk memimpin Apple dalam kondisi demikian, sehingga isu kencang mengenai suksesi pun berhembus namun sungguh di luar dugaan bahwa waktu untuk suksesi pun tiba dan seketika itu pula Tim Cook didaulat oleh Steve Jobs dan Board of Directors untuk menggantikannya menjadi CEO Apple.

Ini bukan yang pertama kali Steve Jobs mundur dari Apple, sebelumnya secara dramatis Steve Jobs juga pernah dipecat dari Apple yang diprakarsai oleh CEO Apple waktu itu John Sculley. Sangat ironis memang karena Apple adalah sebuah perusahaan yang didirikannya sendiri dan John Sculley merupakan teman Steve yang dihire dari Pepsi Cola.

“Do you want to sell sugar water for the rest of your life, or do you want to come with me & change the world” itulah kata Steve Jobs waktu itu ketika memprovokasi John Sculley untuk pindah ke Apple. Kata-kata itu sangat terkenal di dunia TI.

Namun alhasil justru Apple mengalami penurunan penjualan yang sangat drastis hingga John Sculley pun juga didepak dari Apple.

Hingga tiba pada saatnya di tahun 1996, Apple membeli Next yang merupakan sebuah perusahaan yang dibuat oleh Steve Jobs untuk membuat sistem operasi NextSTEP, proses pembelian bersejarah ini lah yang membuat Apple kembali menghire Steve Jobs sehingga pada tahun 1997 Steve Jobs diangkat kembali menjadi CEO Apple.

NextSTEP merupakan kartu truf Apple untuk membuat ulang product Macintosh, disertai dengan restrukturisasi secara besar-besaran serta perkawinan product antara NextSTEP dengan Macintosh yang menelurkan product Macintosh OS X, Macintosh OS X kembali laris di pasaran meskipun dengan pangsa pasar yang berbeda dengan Microsoft Windows dari karena Apple Macintosh OS X lebih dikenal oleh para kalangan graphic designer.

Dan pada tahun 2000, munculah iPod mengisi kekosongan pangsa pasar MP3 Player yang lebih banyak dikuasai oleh berbagai merek yang tidak jelas serta Steve Jobs berhasil membujuk para produsen rekaman untuk menjual lagunya berupa MP3 di iTunes, suatu konsep yang sangat berbeda waktu itu karena MP3 dituding sebagai tekhnologi haram karena menyuburkan pembajakan.

Setelah melakukan research selama 2 tahun, maka pada tahun 2007 munculah iPhone di pasaran yang ketika itu sangat fenomenal ketika justru Windows Mobile merajai PDA sedangkan Blackberry merajai ponsel bisnis berbasis QWERTY sedangkan Nokia merajai smartphone dari hulu ke hilir. Kenapa fenomenal? Karena Steve Jobs pada saat peluncuran iPhone, menawarkan iPhone yang benar-benar merupakan smartphone paling canggih saat itu.

Betapa tidak, karena iPhone memiliki storage yang besar seperti iPod sehingga bisa memutar musik dengan jumlah sangat banyak, iPhone sangat praktis karena tidak memerlukan stylus cukup menggunakan tangan untuk menyentuh layar tidak seperti Windows Mobile yang membutuhkan stylus (dikarenakan para pengguna Windows Mobile pun kerap kali justru menggunakan tangan untuk menyentuh menunya), iPhone tidak memerlukan keyboard QWERTY karena di layarnya anda bisa mengetik huruf sehingga space untuk keyboard bisa digunakan untuk memperbesar layar tidak seperti halnya Blackberry, iPhone menawarkan menu yang sangat user friendly dan design yang cantik tidak seperti handheld lainnya, serta aplikasinya yang sangat banyak dan terkontrol secara ketat di bawah naungan AppStore sehingga security sangat terjamin tidak seperti Nokia yang meskipun aplikasinya banyak tetapi sangat rentan virus dan tidak terpusat seperti layaknya AppStore.

Trend AppStore ini memang menghebohkan karena ide untuk mengumpulkan seluruh developer untuk menjual softwarenya di lapak-lapak AppStore ini merupakan ide yang baru meskipun mirip dengan Carrefour yang mengumpulkan para distributor-distributor untuk menjual productnya di situ. Jadi bagi para pembeli dapat melakukan proses pencarian aplikasi menjadi sangat mudah, para developer pun bisa dapat dengan mudah mempromosikan productnya serta Apple tentunya mendapatkan fee dari hasil penjualan tersebut. Sungguh ide tersebut sangat jenius dan menjadi kunci bagi kesuksesan product-product Apple lainnya.

Sadar akan ketinggalannya, barulah Nokia membuka OviStore, RIM membuka Blackberry AppWorld, Microsoft membuka Windows MarketPlace sedangkan Google membuka AndroidMarket. Mereka hanyalah follower tetapi Apple lah yang menjadi pioneer dan itu akan menjadi catatan sejarah tersendiri bagi dunia TI meski AndroidMarket mulai menggerogoti AppStore.

Ketika Asus eepc meluncur dengan notebook yang berukuran mini 7″, irit battery, ringan serta murah yang biasa kita sebut adalah Netbook serta diikuti oleh vendor-vendor besar lainnya seperti HP, Toshiba, Acer, dll, maka praktis Netbook menjadi begitu terkenal di kalangan masyarakat karena tekhnologi Intel Atom nya yang terkenal sangat efisien sehingga cocok untuk user yang memiliki mobilitas tinggi yang memerlukan internet.

Akan tetap Justru Apple tidak demikian…

Dengan sambil menantang Netbook, Steve Jobs pada tahun 2010 justru meluncurkan tablet yang sangat fenomenal yaitu iPad. Tablet yang lagi-lagi dengan layar sentuh tanpa stylus seperti layaknya Tablet PC, tanpa keyboard QWERTY, ringan serta design yang lagi-lagi cantik membuat Netbook seketika itu juga menjadi sangat kuno di mata iPad.

Jika kita melihat justru product-product Apple boleh dibilang sangat sedikit variannya namun sangat mengerti apa yang diinginkan para pelanggan serta sangat innovatif justru membuat Apple terdongkrak dari keterpurukannya pada masa yang lampau ketimbang para vendor lain berlomba-lomba mengeluarkan banyak varian produk.

Oleh karena itu lah pantaslah jika Steve Jobs dijuluki “Sang Juru Selamat Apple”

Dan sangat pantaslah kita terkejut jika Steve Jobs memutuskan mengundurkan diri dari Apple ketika justru Apple mengalami titik tertinggi kemajuannya. Steve Jobs juga meninggalkan Apple dalam keadaan ketika Apple dengan sengitnya bertarung dengan Google serta Samsung yang mengusung sistem operasi Android dari Google, belum lagi Steve Jobs meninggalkan suatu PR mengenai prediksi yang tidak menyenangkan mengenai Apple yaitu mengenai perkembangan Android yang sangat pesat yang diprediksi akan mengalahkan IOS (iPhone Operating System) dalam waktu yang sangat dekat.

Tim Cook yang langsung didaulat oleh Steve jobs untuk meneruskan tongkat kepemimpinannya di Apple, pastinya akan menghadapi tantangan yang begitu berat dalam mempertahankan produk-produk Apple yang bertahta di semua lini serta memaintain kreatifitas product-productnya, meskipun Tim Cook sendiri bukanlah orang baru di Apple.

Pada waktu Tim Cook menjabat sebagai COO (Chief Operating Officer), beliau sangat berjasa dalam memotong jalur distribusi Apple serta tidak ragu untuk menutup begitu banyak pabrik serta gudang-gudangnya sehingga margin laba Apple meningkat secara dramatis. Pernah suatu kali Tim Cook merekrut seorang manager operasional untuk segera berangkat ke Cina untuk membangun pabrik dan melakukan negoisasi pada hari itu juga padahal manager tersebut hanya membawa sepotong baju dan tanpa dibelikan tiket pulang.

Ketika dahulu Bill Gates mundur dari jabatannya dan sekarang Steve Jobs pun juga memutuskan mundur dari jabatannya, ibarat the two wizards yang terkenal di era tahun 70-90 an telah meletakkan tongkat sihirnya, maka praktis tongkat sihir yang digunakan untuk bertarung kini dipegang oleh para wakilnya yang sayangnya juga tidak muda.

Ketika itu pula Microsoft dipegang oleh Steve Ballmer dan ternyata mengalami stagnan dan isu pergantiannya sudah mulai kencang, Apakah Tim Cook bisa mengalami hal yang serupa?

Mengingat wizard-wizard muda seperti Mark Zuckerberg, Sergey Brin & Larry Pages, Jerry Yang, dll yang sama seperti pendahulunya mencapai kesuksesan pada umur sangat muda juga, sedang mengintai dan diam-diam menggerogotinya.

Berbeda dengan Google, Facebook, Yahoo, dll yang perusahannya masih dipegang oleh foundernya maka Apple dan Microsoft adalah perusahaan yang sudah dipegang oleh penerusnya serta Facebook dan Google kesusksesannya masih sangat terpelihara.

Nah apakah Tim Cook juga bisa memilihara dan membuat pohon Apple semakin tinggi ketika icon itu sudah pergi?

Semoga saja dia bisa melanjutkan suksesi Apple seperti ketika masih di bawah Steve Jobs dan tidak bernasib sama dengan yang lainnya seperti Steve Ballmer.

Good luck Tim….

 

Leave a Reply