Arti sebuah maaf melalui teladan Yesus

Luk 23:34 “Yesus berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.”
Eph 4:32 “Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.”

Ketika kita berbuat salah terhadap seseorang, biasanya apa yang harus kita lakukan? Seperti biasa tentunya kita harus meminta maaf. Tetapi bagaimana jika ada seseorang yang menyakiti perasaan kita tetapi dia tidak meminta maaf, maka apa yang harus kita lakukan? Jika kita memberi maaf tanpa harus menunggu dan menuntut permintaan maaf darinya, Itu baru luar biasa!

Itulah yang dilakukan oleh Tuhan kita ketika Dia menderita di salib pada salah satu 7 perkataan salibNya yang terkenal (Luk 23:34). Di situ dijelaskan bahwa Tuhan Yesus sudah terlebih dahulu mengampuni khususnya kepada orang-orang yang menyalibkan dia. Sikap proaktif Yesus inilah yang seharusnya kita teladani juga di dalam kehidupan kita sehari-sehari ketika seseorang berbuat salah terhadap kita. Dalam Efesus 4:32 juga dikatakan alasan mengapa kita harus mengampuni yaitu bahwa Tuhan terlebih dahulu telah mengampuni kita oleh karena itu kita juga harus saling mengampuni dengan yang lain.

Janganlah ragu untuk meminta maaf karena kita pada dasarnya juga adalah manusia berdosa dengan cacat dan cela. Janganlah merasa rugi untuk memberi maaf karena Tuhan Yesus telah terlebih dahulu memaafkan kita.

Sungguh hidup ini begitu indahnya jika kita saling memaafkan satu dengan yang lain. Dan begitu leganya jika kita sudah bisa saling mengampuni antara satu dengan yang lain. Jangan keraskan hati, kita tidak akan rugi jika kita meminta maaf dan memaafkan seseorang. Percayalah, maaf bukan sekedar kata-kata tetapi jauh lebih itu dan mempunyai efek yang luar biasa.

Tuhan memberkati!

Leave a Reply