Indonesia kalah Piala Asia dengan kepala tegak

Seumur-umur saya menonton sepak bola Indonesia baru kali ini Indonesia tampil mengesankan meskipun akhirnya kalah dengan Korea Selatan pada pertandingan penentuan hari Rabu 18 Juli 2007 di Gelora Bung Karno Jakarta.

Meskipun timnas Indonesia harus kalah dengan Korea Selatan (1-0) dan Arab Saudi (2-1) pada pertandingan sebelumnya sehingga Indonesia tidak lolos ke perempat final. Tetapi timnas Indonesia berhasil mengalahkan Bahrain 2-1 padahal dalam sejarah pertandingan terakhir dengan Bahrain, Indonesia belum pernah menang. Support penonton, semangat para pemain serta usaha Bambang Pamungkas, dkk yang berjuang di lapangan hijau sampai titik darah penghabisan belum lagi ditambah nasionalisme penonton dan pemain merupakan tontonan yang luar biasa bagi saya yang menonton padahal Indonesia kalah. Dan anehnya tidak rusuh selama pertandingan. Kita sudah jadi tuan rumah yang baik dan tim kita sudah berjuang cukup baik meskipun harus kalah. Kita jauh lebih baik ketimbang Malaysia yang harus kebobolan 12 gol.


Padahal setahu saya sebelumnya sepak bola Indonesia terkenal rusuh. Males deh nonton sepak bola kita, kerjaannya berantem melulu, prestasinya juga memble. Terlalu banyak kritik buat PSSI dan timnas.

Meskipun demikian jangan berarti perjuangan sepak bola kita sampai di sini. Seharusnya sepakbola kita harus lebih baik lagi. Target piala asia berikutnya gak usah muluk-muluk cukup lolos perempat final atau bahkan semi final sudah cukup bagus buat kita. Jangan juga sampai terjadi lagi pemain sepakbola seperti Zaenal Arif meninggalkan tim tanpa ijin pada saat timnas sedang sibuk-sibuknya berjuang melawan Korea Selatan.

Semoga momen ini menjadi tolak ukur untuk perjuangan sepak bola kita masuk dalam jajaran sepak bola elit dunia. Kita buktikan lagi di piala ASEAN mendatang!

Bravo Indonesia…

Leave a Reply