BBM Turun, alasan logis atau politis?

Rencana pemerintah untuk menurunkan BBM memang layak disambut. Karena jika harga BBM sudah reasonable maka inflasi juga bisa ditekan dan tentunya bisa menaikkan kembali daya beli masyarakat. Dari link yang saya baca http://www.kompas.com/read/xml/2008/11/06/04543497/premium.bisa.turun.ke.rp.5.400,  kemungkinan besar premium bisa turun ke harga Rp. 5,400-5,500. Tetapi dengan penurunan Rp. 500 per liter rasa-rasanya belum bisa menekan inflasi secara signifikan karena rasa-rasanya juga harga transport sulit untuk turun kecuali ongkos bagi kendaraan pribadi tentunya akan terasa meringankan.

Meskipun demikian memang sudah sepantasnya harga BBM turun, namun perlu dipikirkan juga bagaimana dengan tindakan pemerintah jika sewaktu-waktu BBM tiba-tiba meroket kembali…

Tentunya disamping alasan logis di atas, jika SBY maju kembali untuk menjadi Presiden, akan menjadi kesempatan emas untuk menghajar kembali (strike back) lawan-lawan politik pada ajang Pemilu 2009 (sebelumnya SBY babak belur karena tindakan menaikkan BBM).

Kita lihat saja nanti….

One Reply to “BBM Turun, alasan logis atau politis?”

  1. Kalau presiden menaikan BBM seenaknya sendiri itu pantes kalau dihajar tapi kalau presiden menaikkan BBM karena alasan yang mendasar itu sah-sah saja.

    tapi kok kalau naik ikut naik tapi turun kok gak ikut turun ya? toh kalau turun tak sebanding dengan naiknya?
    (hukum ekonomi indonesia yaitu ikut naik tapi gak ikut turun) he..he…

    berarti gak logis ya to.. , hanya menurunkan amarah rakyat yang sudah tak simpati lagi.

    ya sebaiknya yang sportif dong…

Leave a Reply