Johanes.Org

Kesempurnaan bukan segalanya tetapi berusaha untuk menjadi sempurna adalah segalanya….

Skip to: Content | Sidebar | Footer

Mengapa Hitler membenci Komunisme Uni Soviet?

22 July, 2008 (14:43) | History | By: Johanes Gunawan

Downfall PosterTahun 2006 silam saya sangat terkesima menonton film “Downfall” (Der Untergang) yang menceritakan detik-detik terakhir kekalahan Jerman pada Perang Dunia II & detik-detik menjelang akhir yang kelam bagi Hitler. Film ini benar sangat menarik karena Hitler diceritakan dengan sangat netral (bukan seperti film-film Hollywood yang kita tonton menggambarkan Hitler yang sangat kejam meskipun memang dia kejam) dan diceritakan dengan gaya yang menurut saya lain daripada yang lain.

Digambarkan bahwa Hitler masih mengganggap bahwa Jerman khususnya Berlin yang sudah dikepung oleh pasukan merah (Red Army – Uni Soviet) masih memiliki kekuatan militer padahal kekalahannya sudah ada di depan mata. Saya tidak bisa menceritakan film ini secara panjang lebar namun singkatnya bahwa ketika Hitler menyadari bahwa dia sudah kalah, ketimbang dia menyerahkan diri maka dia memutuskan untuk bunuh diri bersama dengan Eva Braun yang merupakan kekasih sekaligus sekretarisnya.

Kemudian dia menunjuk kepada Jenderal Karl Donitz sebagai penggantinya dan pada akhirnya diwakili Jenderal Alfred Jodl (Panglima Militer Tertinggi) sebagai perwakilannya untuk menyerah kepada Amerika (Western Allied),  bukan kepada Uni Soviet. Padahal Uni Soviet jelas-jelas secara de facto yang berhasil mencapai Berlin.

Karena ini juga sejalan dengan perkataan Hitler yang disampaikan kepada pembantu-pembantunya sebelum dia melakukan bunuh diri. Kata-kata yang diucapkan cukup menarik perhatian yang bernada kurang lebih sebagai berikut : “Don’t give up with bolsheviks dogs, just surrender with America”.

Inilah yang jadi pertanyaan saya kenapa harus menyerah kepada Sekutu Barat (Amerika & Inggris)? Bukan kepada Uni Soviet yang secara de facto berhasil mencapai Berlin?

Akhirnya saya baru bisa memahami ketika saya membaca Kompas tentang 90 tahun pencarian putra tsar & keluarga tsar terakhir Rusia ditemukan. Membaca kata “komunis” & “Bolsheviks”, ternyata saya langsung teringat kata-kata Hilter pada film “Donwfall” yang pernah saya tonton itu.

Meskipun komunisme dan Nazisme itu sama radikalnya & menghalalkan segala cara untuk mencapai sesuatu tetapi ternyata mereka mempunyai pandangan & ajaran yang sangat berbeda. Komunisme memiliki filosofi tentang persamaan kelas dan persaudaraan yang universal, sehingga tidak ada kelas masyarakat kaya maupun miskin. Sedangkan Nazisme adalah suatu gerakan yang berdasarkan filosofi bahwa bangsa Jerman adalah ras yang paling unggul dibandingan bangsa lain yang merupakan ras yang lebih rendah (inferior).

Oleh karena perbedaan pandangan & ideologi, maka bisa dimengerti kenapa akhirnya Hitler lebih suka menyerah kepada Sekutu Barat ketimbang Sekutu Timur (Uni Soviet) yang memiliki paham Komunisme.

Mungkin bisa jadi Hitler membenci juga Uni Soviet karena Revolusi Bolsheviknya bertanggung jawab atas pembersihan golongan “upper class” (kaya, bangsawan, pejabat, dll) di Russia sampai pada pembunuhan Keluarga Kerajaan Tsar Russia yang sangat tragis karena sampai sekarang tidak ada lagi keturunan tsar Russia yang masih hidup. Hubungannya adalah karena konon Hitler berasal dari golongan “upper class” juga yang bisa jadi tersinggung dengan apa yang telah diperbuat oleh kaum Bolshevik. Siapa tahu?

Comments

Comment from anonymous
Time Wednesday, 23 July 2008 at 8:38 pm

Ok banget ulasan kamu. Satu hal yang menarik ternyata Hitler tidak suka dengan komunisme

Comment from Kinanti
Time Friday, 25 July 2008 at 11:22 am

Hmmm….. another lesson 2 learn (^^)
JBU !!!

Comment from fredy
Time Saturday, 13 December 2008 at 11:18 pm

Hittler merupakan orang fasisme bukan komunisme.

menurut saya,
sejak kecil hitler dididik untuk mengerti apa itu yang disebut cita rasa, makanya dia benci komunisme
karena komunisme itu orang yang tak punya cita rasa tinggi………………………………………………………………

Comment from bayu smanis
Time Thursday, 8 January 2009 at 9:33 am

komunisme itu menarik untuk dipelajari…. coz paham ini banyak nyimpen kontroversi, namun mengedepankan kesamaan dan kemerataan sosial… dan sangat menarik ketika mengetahui kalo hitler yang fasis juga anti komunis… tapi dipikir-pikir… liberalisme sama bahaya dengan keduanya…

Comment from Reichfuehrer
Time Thursday, 27 August 2009 at 12:08 pm

Wueeeh,,, Der Untergang Filmnya kereen bgt,!!!

btul-btul film dg cita rasa JERMAN asli,,, bukan buatan Hoolywod itu, yg bnk khyalan2ny…

btw, Hitler digambarkan berlwnan dg yg di rise of evil yach..??

Hebat, Oliver Hirschbiegel… salut gw

Comment from arief maulana
Time Wednesday, 16 September 2009 at 12:28 am

menurut saya, Hitler sangat membenci komunisme karena komunisme tersebut didirikan oleh seorang yahudi, yaitu Karl Marx. Dan, semua orang juga tahu bahwa Hitler anti-yahudi.

Comment from Afifah Afra
Time Sunday, 27 September 2009 at 8:16 pm

Arief said: “Hitler sangat membenci komunisme karena komunisme tersebut didirikan oleh seorang yahudi, yaitu Karl Marx. Dan, semua orang juga tahu bahwa Hitler anti-yahudi.”
I said: Dalam bukunya, Perang Eropa, P.K. Ojong menuliskan bahwa kemungkinan Hitler ini juga turunan Yahudi. Jadi…?

Comment from okix
Time Friday, 9 April 2010 at 2:19 pm

jika saja presiden indonesia bisa seperti itu dan dpat menguasai asia.btapa bangga smua rakyat,,dan kmiskinan akan berkurang

Comment from YudhieQ
Time Friday, 20 August 2010 at 11:20 am

Sieg Heil..!

Write a comment